Assamu’alaikum Warrahamtullahi Wabarakatuh,
Para Muhsinin / donatur dan simpatisan program beasiswa Yayasan Minang Bandung dimanapun berada. Sejak 2017 YMBI telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 120 orang lebih, 90 an orang sudah lulus dari perguruan tinggi dan sebagian besar sudah bekerja. Mudah2an yang sudah bekerja mulai bisa membantu ekonomi keluarga mereka dan Insya Allah juga akan ikut membantu program beasiswa ini, sehingga konsep bertumbuh dan berkembang yang kita harapkan bisa tercipta. Program beasiswa YMBI ini per jan 2026 sudah menyalurkan lebih dari Rp 1.642.000.000 (atau Rp 1,6 Milyar). Saat ini ada 28 orang penerima yang sedang kuliah di ITB, Unpad, UPI, Unand, UNP & UIN Padang dll.
Para penerima adalah anak-anak yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di bawah UMR, bahkan banyak juga yang tidak memiliki pemasukan yang rutin karena tidak memiliki pekerjaan, dalam kondisi sakit yang tidak memungkinkan untuk bekerja. Jadi anak-anak seperti ini, Insya Allah masuk kategori dari salah satu 8 asnaf yang berhak menerima zakat.
Di samping itu, saat sekarang ini banyak juga keluarga yang mempunyai pendapatan terbatas baik itu dari keluarga PNS, pegawai swasta atau pedagang atau pekerja lain, yang tidak mempunyai kemampuan membiayai sekolah semua anaknya. Golongan ini perlu juga kita bantu melalui infak dan shadaqah. Jadi mari kita salurkan infak dan shadaqah untuk program beasiswa YMBI ini melalui rekening ;
1. Bank Mandiri No Rek ; 1010007824392 an. Betti Wedia
2. Bank Syariah Mandiri no. 81 222 4444 8 an. Yayasan Minang Bandung Indonesia
Untuk konfirmasi trnasfer bisa disampaikan ke Bendahara YMBI , Betti Widya di No. 0813 1841 6169 & wakil ketua Bidang Sosial ( Life Balance) Indra Utama di No 0878 7575 6613.
Berikut beberapa ungkapan dari penerima beasiswa tentang beasiswa YMBI ;
“Ayah saya, yang merupakan tulang punggung keluarga, didiagnosis menderita penyakit jantung yang memerlukan perawatan intensif. Beliau harus menjalani hemodialisis atau cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Proses ini tidak hanya membutuhkan waktu tetapi juga biaya yang tidak sedikit. Selain itu, kondisi ini mengakibatkan ayah saya tidak bisa bekerja seperti biasa, sehingga penghasilan keluarga kami sangat terbatas.
Ibu saya, di sisi lain, adalah seorang ibu rumah tangga yang sepenuhnya mengurus keluarga dan mendukung kami dengan segenap tenaga. Beliau tidak memiliki penghasilan tetap karena seluruh waktu dan perhatiannya tercurahkan untuk merawat ayah saya dan mendukung pendidikan saya serta saudara-saudara saya.”
“Beasiswa ini memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Dukungan finansial yang diberikan akan membantu saya untuk lebih fokus pada studi dan pengembangan diri tanpa terbebani oleh masalah biaya pendidikan. Dengan adanya beasiswa, saya dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan selama masa kuliah untuk memperdalam ilmu, mengikuti kegiatan akademik dan nonakademik, serta meningkatkan kualitas diri untuk terjun ke dunia kerja selanjutnya. Beasiswa ini juga menjadi bentuk kepercayaan yang memotivasi saya untuk terus berprestasi dan bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan.
Motivasi terbesar saya dalam menempuh pendidikan adalah orang tua saya. Mereka adalah sumber kekuatan saya ketika rasa lelah dan ragu muncul. Keinginan untuk membahagiakan mereka, mengangkat derajat keluarga, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan menjadi alasan utama saya untuk terus berusaha”
“Alasan saya mendaftarkan diri pada beasiswa ini adalah adanya keterbatasan finansial yang keluarga saya miliki. Ayah saya sekarang sudah tidak bekerja dikarenakan mengalami sakit stroke semenjak akhir tahun 2022. Dahulunya ayah saya merupakan seorang petani, kondisi ayah sekarang masih dalam tahap pemulihan dan belum dapat bekerja. Bagian tubuh sebelah kiri ayah masih lemah dan membutuhkan terapi untuk pemulihannya. Untuk berjalan ayah masih membutuhkan tongkat dan tangan sebelah kirinya masih belum bisa menggenggam sesuatu.
Ibu saya merupakan seorang ibu rumah tangga, sehari-hari ibu merawat dan membantu pemulihan ayah. Sehingga untuk biaya sehari-hari ayah dan ibu saya ditanggung oleh kedua saudari saya yang sudah berkeluarga. Oleh karena itu, untuk biaya kuliah saya hanya memanfaatkan bantuan biaya hidup dari KIP-K yang harus saya sisihkan juga untuk membayar kosan. Kedua saudari saya sudah bekerja, namun mereka juga memiliki tanggungan terhadap keluarga mereka dan kedua orang tua saya. Sehingga mereka hanya sesekali membantu saya dalam segi finansial”
Semoga tulisan-tulisan dari penerima beasiswa di atas dapat menggugah kita untuk menyalurkan sebagian ZIS nya untuk Program Beasiswa Yayasan Minang Bandung Indonesia. Sebagai nfo, dana beasiswa, murni digunakan untuk beasiswa dan biaya transfer saja dan tidak ada biaya lain yang dibebankan termasuk untuk kegiatan operasional.
Demikian , terima kasih atas perhatiannya, semoga puasa para Muhsinin / Donatur serta simpatisan program beasiswa MB berjalan lancar dan mendapat pahala yang berlipat ganda seperti yang telah Allah janjikan. Aamiin YRA
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Bekasi, 04-03-2026
Pengelola MBAja!