Layanan :

email : info@mbamaljariyah.com

Wa : 0813 1125 5600

Daftar Nomer Rekening

  • By timmedia
  • (0) comments
  • July 28, 2026

Bea siswa YMBI untuk Mahasiswa Dhuafa

Bea siswa YMBI untuk Mahasiswa Dhuafa

Pengelola beasiswa YMBI kembali membuka calon penerima baru. Beberapa orang penerima lama sudah menyelesaikan pendidikan Strata satu di beberapa PT. Slot kosong ini yang akan di isi bahkan ditambah. Hampir dua puluh orang yang mengajukan. Seleksi dengan mewawancarai calon penerima.

Kalau dilihat dari alumnus SMA nya berasal dari beberapa daerah di Sumbar. Ada dari Pariaman, Agam, Padang dll. Mereka ini tembus masuk di beberapa PTN di Jawa dan Sumbar. ITB, Unpad, Unand, UIN, Politek, dll. Beberapa orang sudah berada di Semester 6, 4 bahkan ada yang baru masuk di 2026.

YMBI mengumpulkan dana bea siswa berasal dari dana zakat maal, umumnya. Maka penerima bea siswa harus lah yang memenuhi ashnaf zakat. Dari dana inilah hampir 100 orang sudah menerima manfaat berhasil menyelesaikan pendidikan Srata 1 atau Diploma 4. Dana yang sudah digelontorkan 1,8 Miliar rupiah.

Inilah salah satu tujuan YMBI didirikan. Ikut mencerdaskan putra putri Minang dari keluarga Dhuafa menjadi Sarjana yang berguna bagi orang tua, keluarga, Sumbar dan Indonesia. Para lulusan ini sekarang mereka sudah tersebar di daerah2 Indonesia bahlan di luar negeri.

Sumbar dikenal subagai penghasil pejuang bangsa, cendekiawan, orang pintar, teknokrat di Tanah Air. Tradisi baik ini yang harus diteruskan. Sumbar tidak punya SDA yang berlebih tapi SDM nya sangat mumpuni. Jadi, jangan sampe ada anak nagari yang diterima di PTN Terbaik, tapi tidak bisa kuliah.

Betapa sedih hati ada sekitar 60 ribuan calon mahasiswa 2026 yang disebut tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ramai diperbincangkan belakangan ini.

Memilih Tak Daftar Ulang, bisa disebabkan biaya UKT yang terlalu mahal, belum lagi biaya hidup, dll. Apakah ini disebabkan kondisi ekonomi para ortu yang samakin berat, atau turunnya kelas menengah Indonesia ? Pemerintah telah menyediakan bantuan melalui KIP. Tidak semua peserta yang tidak mampu secara ekonomi tertampung oleh bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ini lah persoalannya.

Hasil wawancara kepada peserta memang terungkap pekerjaan orang tua cukup berat untuk membiayai sang anak untuk kuliah. Pekerjaan para ortu tsb sebagai sopir truk, sopir angkot, petani penggarap, pekerja serabutan, pensiunan TNI dll. Sementara dari calon penerima menginfokan biaya kos saja 600 rb/bulanminang yang 100 persen muslim menjadi anak bangsa yang maju di masanya. Insyaa Allah
, makan di hemat hanya 15 rb/hari, naik angkot. Gimana bisa menekan biaya hidup semurah2nya. Jadi mereka ini butuh bea siswa.

Apa yang mereka rasakan, kita telah melaluinya juga dulu saat merantau ke bandung. Kini, saatnya kita berbagi memajukan generasi

Bekasi, 13 Juli 2026
Redesmon Munir

Share This :
timmedia

previous post next post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

contact info

Rekening Donasi

Rek YMBI, Bank Mandiri a.n Hendry Harmen, No Rek : 10 1000 779 4447

© 2025 Mb Amal Jariyah All Rights Reserved