Assalamu’alaikum,
Alhamdulillah, hari ini program beasiswa menambah jumlah penerima beasiswa sebanyak 11 orang, sehingga penerima saat ini menjadi 39 (tiga puluh sembilan orang). Sementera Alumni penerima beasiswa, sejak 2017 sudah hampir 100 orang. Ini adalah hasil seleksi yang dilakukan pada bulan juni 2026 lalu.
Penerima beasiswa baru terdiri dari ;
Proses seleksi dimulai dari pengisian form pengajuan beasiswa, proses verifikasi data, wawancara, membuat surat janji dan membuat tulisan (atau essay). Surat janji isinya adalah untuk sungguh-sungguh belajar, menjalankan shalat lima waktu ( sumber dana sebagian besar berasal dari zakat) dan berjanji untuk ikut membatu program Beasiswa MB dalam bentuk apapun ketika sudah jadi alumni dan diberikan kelapangan rejeki.
Pemilihan juga mempertimbangkan beberapa faktor yang bisa membuat mereka terpilih yaitu prestasi khusus seperti hafalan Al qur’an (ada beberapa yang hafal 1- 3 juz Al Qur’an), bisa juga faktor belum ada yang sarjana dalam keluarganya atau memiliki karaktek yang kuat untuk maju dan berkembang.
Semoga program beasiswa MB terus berkembang dan mambantu banyak orang memperbaiki hidup keluarganya.
Kami mohon maaf kepada beberapa kandidat yang belum bisa diterima karena keterbatasan slot atau ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi, semoga tetap semangat dan semoga ada jalan lain agar terus bisa kuliah. Tetap semangat !
Demikian dan tidak lupa terima kasih kepada panitia seleksi khusus Rahma Ilahi yang disela kesibukan bisa merampungkan proses seleksi ini membuat catatan yang lengkap dari semua penerima beasiwa baru.
Wassalam
Pengelola MBAja!
Cuplikan Essay beberapa penerima Beasiswa
“Dari titik itulah, definisi saya mengenai cita-cita besar perlahan berubah.
Ada sebuah prinsip sederhana perihal mengambil apa yang telah ditebar. Kehadiran Beasiswa Yayasan Minang Bandung di tengah perjalanan kuliah saya adalah manifestasi paling nyata dari prinsip tersebut. Hari ini, saya sadar betul bahwa saya sedang berteduh dan memanen buah dari benih-benih kebaikan yang ditebar dengan begitu Ikhlas. Bantuan ini memberikan saya ketenangan dan ruang aman untuk terus menata masa depan tanpa harus diusik oleh kekhawatiran.
Kesadaran ini melahirkan satu cita-cita baru yang kini terasa jauh lebih esensial daripada sekadar mengejar pencapaian. Jika hari ini saya bisa terus melangkah karena kebaikan yang ditebar oleh orang lain, maka di masa depan, saya bertekad kuat untuk berganti peran. Saya ingin menjadi sosok yang menebar benih kebaikan tersebut untuk orang lain” ; olv
“Saya berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas. Ayah saya bekerja sebagai buruh harian lepas, mencetak dan mengangkut batu bahan bangunan, dengan penghasilan sekitar Rp1.000.000 per bulan. Ibu saya mengajar mengaji dengan penghasilan tidak menentu, kadang mendapat upah dan kadang tidak, sehingga belum cukup untuk menutupi biaya terapi adik saya. Saya memiliki adik berusia lima tahun dengan autisme yang membutuhkan sekolah terapi untuk mendukung tumbuh kembang, kemampuan berkomunikasi, dan kemandiriannya, dengan biaya sekitar Rp400.000 per bulan. Orang tua saya harus membagi penghasilan yang terbatas untuk kebutuhan sehari-hari, terapi adik, dan pendidikan saya. Keluarga kami pun belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal bersama kakek”. slw
“Jika sedang merasa buntu, maka lanjutkanlah dengan mata tertutup dan rabalah”. Ini adalah kutipan yang selalu saya tanamkan dalam diri saya saat menghadapi kendala maupun hambatan. Kutipan ini membuat saya memiliki keyakinan bahwa setiap jalan akan memiliki muara yang tepat mengikuti bagaimana kita mengambil tindakan di belakangnya. Begitupun saat merasa keterbatasan mungkin mampu menjadi halangan bagi impian saya. Saya meraba setiap hal yang dapat memudarkan halangan tersebut dan perlahan menemui cahaya di jalan yang saya ambil. Inilah saya, seorang anak petani dari desa di Sumatera Barat yang kini tengah menjadi mahasiswa baru” ; Rdh

(salah satu dokumentasi Wawancara)